Sejumlah wisatawan nampak tengah menikmati keindahan Danau Denuh di Kecamatan Culamega Tasikmalaya. Minggu (01/02/26).

KAB. TASIK, KIMKU.ID - Pesona alam Kabupaten Tasikmalaya seolah tak pernah habis untuk dijelajahi. Hamparan perbukitan hijau, udara sejuk, dan panorama alami menjadi daya tarik yang memanjakan mata siapa pun yang berkunjung. Di balik popularitas Gunung Galunggung, Pantai Karangtawulan, dan Kampung Naga, Tasikmalaya masih menyimpan destinasi wisata tersembunyi yang eksotis, salah satunya Danau Denuh di Kecamatan Culamega.

Terletak di kawasan perbukitan Tasikmalaya Selatan, Danau Denuh menawarkan suasana tenang dan asri, jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Danau alami ini dikelilingi pepohonan rindang dengan udara yang sejuk, menjadikannya tempat ideal untuk melepas penat sekaligus menikmati keindahan alam.

Selain panorama yang menawan, Danau Denuh juga dikenal sebagai spot favorit para pemancing. Berbagai jenis ikan air tawar seperti ikan mas, nila, tawes, gabus, hingga nilem hidup di danau tersebut, bahkan kerap menghasilkan tangkapan berukuran besar.

“Indah banget alamnya. Bikin tertarik datang lagi ke sini. Jauh dari hingar bingar kota,” ujar Doni, salah satu pengunjung yang sengaja datang untuk menikmati suasana dan mancing di Danau Denuh, Minggu 01 Februari 2026.

Pemerintah Kecamatan Culamega pun terus berupaya menghidupkan kembali potensi wisata Danau Denuh agar lebih dikenal masyarakat luas. Danau ini berada di wilayah perbatasan Desa Cikuya, Kecamatan Culamega, dan Desa Bojongkapol, Kecamatan Bojonggambir, dengan posisi di atas bukit yang membuatnya relatif belum tersentuh wisata massal.

Camat Culamega, Uu Saeful Uyun, mengatakan pihaknya tengah mendorong pengenalan Danau Denuh melalui berbagai kegiatan lintas sektoral. Mulai dari bakti sosial, penanaman pohon, hingga penebaran benih ikan telah dilakukan sebagai langkah awal pengembangan sekaligus promosi.

“Selama ini Danau Denuh sebenarnya sudah dikenal oleh masyarakat Tasikmalaya Selatan, namun belum banyak diketahui wisatawan dari luar daerah. Kegiatan ini menjadi upaya kami agar destinasi ini lebih dikenal,” ujarnya.

Menurut Uu, upaya tersebut juga sejalan dengan program pelestarian lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta program Tasik Hejo yang diusung Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.

“Kegiatan ini sekaligus mendukung program Gubernur Jawa Barat dalam menjaga kelestarian lingkungan, serta program Kabupaten Tasikmalaya Tasik Hejo,” katanya.

Meski memiliki daya tarik tinggi, akses menuju Danau Denuh masih tergolong menantang. Pengunjung harus melewati jalur hutan, menyeberangi sungai kecil, serta jalan setapak yang cukup terjal. Namun kondisi tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri bagi pencinta petualangan, khususnya pengguna sepeda motor dan komunitas off-road.

“Untuk saat ini kendaraan roda dua sudah bisa masuk. Memang masih perlu peningkatan akses, tapi sudah cukup layak,” tambah Uu.

Tak hanya untuk memancing, kawasan Danau Denuh juga berpotensi dikembangkan sebagai camping ground, lokasi edukasi alam, hingga wahana air sederhana seperti rakit. Lanskap perbukitan yang mengelilingi danau menghadirkan panorama indah, terutama saat pagi dan sore hari.

Dengan pengembangan yang dilakukan secara bertahap, Pemerintah Kecamatan Culamega berharap Danau Denuh dapat menjadi destinasi wisata alternatif untuk liburan akhir pekan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
“Kami ingin tempat ini lebih dikenal, tapi tetap dijaga kelestariannya. Harapannya wisata berkembang tanpa merusak alam,” pungkas Uu.

Post a Comment

أحدث أقدم