Dalam rapat tersebut, Bupati Cecep menegaskan bahwa program MBG tidak semata berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga memiliki dampak luas terhadap penguatan ekonomi daerah.
“Program ini bukan hanya soal gizi, tetapi juga harus mampu menggerakkan roda ekonomi lokal. Kita ingin petani, peternak, nelayan, hingga pelaku UMKM ikut terlibat dan merasakan manfaatnya,” ujar Cecep.
Ia menilai, keterlibatan berbagai sektor dalam program ini akan menciptakan ekosistem ekonomi yang saling mendukung, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah.
Selain itu, Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas pelaksanaan program dari hulu hingga hilir. Ia meminta seluruh pihak yang terlibat dapat memastikan setiap tahapan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
“Kami mengajak seluruh stakeholder untuk menjaga kualitas program ini bersama-sama, mulai dari perizinan, proses pengolahan makanan, hingga distribusi kepada masyarakat,” katanya.
Menurutnya, kepatuhan terhadap regulasi menjadi kunci agar manfaat program dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat luas.
“Semua proses harus mengikuti ketentuan yang berlaku, sehingga hasilnya benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Bupati Cecep berharap pelaksanaan program MBG dapat semakin terintegrasi, berkualitas, serta mampu memberikan manfaat ganda, baik dari sisi kesehatan masyarakat maupun peningkatan kesejahteraan ekonomi lokal.
Rapat koordinasi ini dihadiri unsur Forkopimda, Koordinator Regional Jawa Barat, Kepala KPPG Bandung Wilayah II, Ketua Satgas Percepatan Pelaksanaan MBG Kabupaten Tasikmalaya, para kepala SKPD, pimpinan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, camat, hingga para mitra dan yayasan pelaksana program.
إرسال تعليق