Rapat tersebut dihadiri langsung Wakil Bupati, H. Asep Sopari Al-Ayubi, bersama sejumlah pemangku kepentingan dari berbagai instansi, termasuk Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya.
Dalam forum itu, Asep Sopari menekankan pentingnya pendekatan berbasis data yang akurat sebagai fondasi dalam merumuskan langkah penanganan yang efektif. Menurutnya, data yang telah dihimpun harus mampu diterjemahkan menjadi kebijakan nyata di lapangan.
“Data yang sudah ada jangan berhenti sebagai angka semata. Dari situ kita harus bergerak, memetakan persoalan, dan memastikan ada solusi konkret yang bisa dijalankan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa indikator keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi maupun sektor kesehatan, tetapi juga kualitas sumber daya manusia. Dalam hal ini, pendidikan menjadi kunci utama yang tidak bisa diabaikan.
“Walaupun ekonomi kita tumbuh dan layanan kesehatan membaik, pembangunan belum bisa dikatakan berhasil jika kualitas SDM tidak meningkat. Dan peningkatan SDM itu sangat ditentukan oleh pendidikan, baik formal maupun nonformal,” tegasnya.
Lebih lanjut, Asep mendorong sinergi yang lebih erat antara perangkat daerah dengan Kementerian Agama, mengingat peran strategis lembaga pendidikan di bawah naungan instansi tersebut yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
“Saya mendorong dinas terkait untuk terus memperkuat kolaborasi dengan Kemenag. Mereka memiliki jaringan pendidikan yang luas, sehingga ini harus dimanfaatkan untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan ATS,” tambahnya.
Pihaknya berharap, dari forum tersebut lahir langkah-langkah strategis yang lebih terarah dalam menekan angka anak tidak sekolah di Kabupaten Tasikmalaya, sekaligus memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan secara merata.
إرسال تعليق